Pada hari Selasa tanggal 17 September 2019 pukul 09.45 bertempat di Simpang 4 Tugu Serindit Jl.Diponegoro - Jl.Sultan Syarif Kasim dan Simpang 4 Bundaran Meriam/Titik Nol Jl.Sukarno Hatta - Jl.Putri Tujuh Kota Dumai telah dilaksanakan aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh ± 100 orang Mahasiswa Kota Dumai yang tergabung dalam GEMMAS (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Melawan Asap), adapun sebagai koorlap yaitu Sdr.M.Faisal Firdaus (PMII Dumai).
Pada pukul 09.45 Mahasiswa yang tergabung dalam GEMMA (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Melawan Asap) melaksanakan pembagian Masker secara gratis kepada pengguna jalan di persimpang 4 tugu Serindit Jl.Diponegoro - Jl.Sultan Syarif kasim, kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian akan situasi dan kondisi yang terjadi saat sekarang ini, serta sebagai upaya turut membantu Pemerintah Kota Dumai dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya korban akibat udara yang tidak sehat.
Pada pukul 10.05 rombongan Mahasiswa yang tergabung dalam GEMMA (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Melawan Asap) menuju Simpang 4 (empat) tugu meriam / Titik Nol Jl.Soekarno Hatta - Jl.Putri Tujuh.
Pada pukul 10.15 Rombongan Mahasiswa yang tergabung dalam GEMMA tiba di Simpang 4 (empat) Bundaran Meriam / Titik Nol Jl.Soekarno Hatta - Jl.Putri Tujuh, kemudian massa langsung membuat lingkaran dan menyampaikan orasi yang isinya 5 tuntutan sebagai berikut :
Pada pukul 09.45 Mahasiswa yang tergabung dalam GEMMA (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Melawan Asap) melaksanakan pembagian Masker secara gratis kepada pengguna jalan di persimpang 4 tugu Serindit Jl.Diponegoro - Jl.Sultan Syarif kasim, kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian akan situasi dan kondisi yang terjadi saat sekarang ini, serta sebagai upaya turut membantu Pemerintah Kota Dumai dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya korban akibat udara yang tidak sehat.
Pada pukul 10.05 rombongan Mahasiswa yang tergabung dalam GEMMA (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Melawan Asap) menuju Simpang 4 (empat) tugu meriam / Titik Nol Jl.Soekarno Hatta - Jl.Putri Tujuh.
Pada pukul 10.15 Rombongan Mahasiswa yang tergabung dalam GEMMA tiba di Simpang 4 (empat) Bundaran Meriam / Titik Nol Jl.Soekarno Hatta - Jl.Putri Tujuh, kemudian massa langsung membuat lingkaran dan menyampaikan orasi yang isinya 5 tuntutan sebagai berikut :
- Menuntut janji Presiden RI Joko Widodo terkait permasalahan kebakaran hutan dan lahan bahwa akan mencopot pihak keamanan seperti Kapolda, Kapolres, Pangdam dan Dandim jika persoalan hutan dan lahan di daerah tersebut tidak dapat diselesaikan.
- Mendesak Pemerintah membuat Pansus terkait pembakaran hutan dan lahan.
- Pengajuan perubahan peraturan perundang-undangan terkait pembakaran hutan.
- Meminta Pemerintah tepat sasaran dalam menentukan mekanisme penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan.
- Meminta Pemerintah mencabut izin perusahaan yang terbukti terlibat melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Dalam aksinya Mahasiswa yang tergabung dalam GEMMAS (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Melawan Asap) membawa Bendera merah putih, Bendera Mahasiswa dan foster serta spanduk. Adapun isi foster bertuliskan sebagai berikut :
- Hutan lenyap langitku jadi Negara kayangan Love Asap 3000.
- Pemerintah Makan Sup, Rakyat mskan Asap.
- Udara segar di Riau sudah di Jajah.
- Tembak mati Pembakar lahan / Hutan, baru tembak Hati adek bang !!
- Kami rindu langit biru.
Adapun isi spanduk bertuliskan sebagai berikut :
- Jangan Bunuh Dengan Asap
- Riau dibakar bukan terbakar, kami rindu awan biru.
- Presiden Jangan cuma janji, Copot Gubri, Kapolda, Pangdam...
- Selamatkan kami rakyat Dumai, kembalikan hitan kami.
Pada pukul 11.25 Rombongan Mahasiswa yang tergabung dalam GEMMAS menuju kampus STT.Pada pukul 11.40 Rombongan Mahasiswa tiba di depan Kampus STT dan langsung melakukan pemblokiran Jl.Soekarno Hatta Kel.Bukit Batrem Kec.Dumai Timur Kota Dumai dengan menyetop 1 Unit truk tanki LPG selama 15 menit, sehingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas sepanjang ± 3 Km, namun aksi Mahasiswa tersebut langsung diambil tindakan tegas oleh pihak Kepolisian Polresta Dumai yang dipimpin oleh Kompol A.Gea (Kabag OPS) dan AKP Marianta (Kasat Shabara), dikarenakan telah mengganggu ketertiban umum.
Pada pukul 14.05 Rombongan Mahasiswa bergerak dari depan Kampus STT menuju Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung Jl. Putri Tujuh Kel. Teluk Binjai Kec. Dumai Timur Kota Dumai.
Pada pukul 14.17 Rombongan Mahasiswa tiba di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung untuk menunggu jawaban dari Walikota Dumai. Kemudian Rombongan Mahasiswa memaksa menerobos masuk untuk mengikuti rapat di ruang rapat Media Centre Dumai yang pada saat itu sedang rapat yang dipimpin oleh Drs. H. Zulkifli As (Walikota Dumai), namun dihalango oleh Pihak Kepolisian Polres Dumai dan Satpol PP Kota Dumai.
Pada pukul 14.35 aksi tersebut ditanggapi oleh Drs. Zulkifli As (Walikota Dumai) yang didampingi oleh Sdr. Afrilagan (Ketua BPBD) Kota Dumai di halaman ruang rapat media centre dan menyampaikan tanggapan yaitu “Ini merupakan suatu tanggung jawab sosial terhadap generasi muda terutama mahasiswa terhadap lingkungan terutama masalah kemanusiaan.Ini memang cuaca kita sampai Oktober musim panas, cuaca panas mengakibatkan kekeringan sehingga untuk Riau 76 titik kemarin.Kita ini ada angin Utara dan angin Selatan ke kita.Sumatera Selatan 429 titik, kemarinnya 500 titik, Jambi juga, itu memasukkan asapsebagian besar di Riau. Kalau untuk diwarnai saja Paling ada 1, 2 atau 3 titik, sebenarnya tidak mengakibatkan begini, demikian juga dari tetangga kita. Akan tetapi asap kita dari luar, masalah asap ini jadi problem kita dan untuk mengenai asap BPBD kita sudah 3 bulan berjibaku dilapangan sampai malam, ada tim-tim yang telah kita bentuk. Makanya saya mengevaluasi, karena sampai pertengahan Oktober ada waktu 1 bulan di Serang lagi. Menjawab tuntutan tentu ini untuk aspirasi tentu kami hanya bisa menyurati saja.Saya melihat kenapa Pak Presiden mungkin tidak mempengaruhi, karena Riau terjaga dengan baik, terkawal, dengan kondisi kita, kita masih diambang batas.Untuk Kota Dumai saat ini hanya ada 1 titik yaitu di Kecamatan Sei sembilan. Untuk putusan tidak ada pada kami”.
Adapun tanggapan Sdr. Afrilagan (Ketua BPBD) Kota Dumai yaitu “Saya berbicara berdasarkan data dan fakta, hari ini bersama Kepolisian itu lebih dari 5 tersangka dalam proses, karena kami di lapangan itu yang rata-rata yang terbakar adalah lahan yang masyarakat bukan lahan perusahaan dan dari permasalahan sekarang mereka kalau ada radius 5 Km dari perusahaan, mereka akan turun langsung ke lapangan.Contohnya di Kec. Sungai Sembilan Kel. Lubuk Gaung PT. UD sama PT.SGP walaupun bukan lahan mereka, mereka turun langsung ke lapangan dan PT. Sinar Mas sudah 2 bulan full mereka membantu water bombing kami menurunkan dua regu lapangan kami sangat terkesan, kalau ada adek sekalian ikut bergabung bersama kami saya sangat mohon doa restu jika diantara saudara ada yang merasa menemukan sesuatu janggal silahkan lapor ke kami dan kami akan lapor ke Polres”.
Pada pukul 15.55 Sdr. Safrianto (Pimpinan sementara DPRD Kota Dumai) yang didampingi oleh Sdr. Asrizal (Anggota DPRD Kota Dumai) menemui para pengunjuk rasa dan menanggapi tuntutan Mahasiswa dan menyampaikan bahwa “Kami sebagai Wakil rakyat akan menyampaikan/menyalurkan aspirasi adek-adek Mahasiswa ke tingkat yang lebih atas yaitu Gubernur dan Presiden”.Dan dalam kesempatan tersebut Sdr.Hasrizal (Anggota DPRD Kota Dumai) juga menyampaikan bahwa “Dalam waktu 2 (dua) hari ini, fakta integritas atau tuntutan akan kami salurkan ke tingkat atas yaitu Gubernur, dan kalau bisa juga ke Presiden RI Bpk.Joko Widodo”.
Selesai tanggapan dilanjutkan dengan penanda tanganan Fakta integritas / Tuntutan oleh Drs. Zulkifli As (Walikota Dumai), Sdr. Safrianto (Pimpinan sementara DPRD Kota Dumai) dan Anggota DPRD serta Aliansi Mahasiswa. Pada pukul 16.30 Aksi Unjuk rasa GEMMA (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Melawan Asap) selesai dalam keadaan aman dan tertib.
Pada pukul 14.05 Rombongan Mahasiswa bergerak dari depan Kampus STT menuju Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung Jl. Putri Tujuh Kel. Teluk Binjai Kec. Dumai Timur Kota Dumai.
Pada pukul 14.17 Rombongan Mahasiswa tiba di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung untuk menunggu jawaban dari Walikota Dumai. Kemudian Rombongan Mahasiswa memaksa menerobos masuk untuk mengikuti rapat di ruang rapat Media Centre Dumai yang pada saat itu sedang rapat yang dipimpin oleh Drs. H. Zulkifli As (Walikota Dumai), namun dihalango oleh Pihak Kepolisian Polres Dumai dan Satpol PP Kota Dumai.
Pada pukul 14.35 aksi tersebut ditanggapi oleh Drs. Zulkifli As (Walikota Dumai) yang didampingi oleh Sdr. Afrilagan (Ketua BPBD) Kota Dumai di halaman ruang rapat media centre dan menyampaikan tanggapan yaitu “Ini merupakan suatu tanggung jawab sosial terhadap generasi muda terutama mahasiswa terhadap lingkungan terutama masalah kemanusiaan.Ini memang cuaca kita sampai Oktober musim panas, cuaca panas mengakibatkan kekeringan sehingga untuk Riau 76 titik kemarin.Kita ini ada angin Utara dan angin Selatan ke kita.Sumatera Selatan 429 titik, kemarinnya 500 titik, Jambi juga, itu memasukkan asapsebagian besar di Riau. Kalau untuk diwarnai saja Paling ada 1, 2 atau 3 titik, sebenarnya tidak mengakibatkan begini, demikian juga dari tetangga kita. Akan tetapi asap kita dari luar, masalah asap ini jadi problem kita dan untuk mengenai asap BPBD kita sudah 3 bulan berjibaku dilapangan sampai malam, ada tim-tim yang telah kita bentuk. Makanya saya mengevaluasi, karena sampai pertengahan Oktober ada waktu 1 bulan di Serang lagi. Menjawab tuntutan tentu ini untuk aspirasi tentu kami hanya bisa menyurati saja.Saya melihat kenapa Pak Presiden mungkin tidak mempengaruhi, karena Riau terjaga dengan baik, terkawal, dengan kondisi kita, kita masih diambang batas.Untuk Kota Dumai saat ini hanya ada 1 titik yaitu di Kecamatan Sei sembilan. Untuk putusan tidak ada pada kami”.
Adapun tanggapan Sdr. Afrilagan (Ketua BPBD) Kota Dumai yaitu “Saya berbicara berdasarkan data dan fakta, hari ini bersama Kepolisian itu lebih dari 5 tersangka dalam proses, karena kami di lapangan itu yang rata-rata yang terbakar adalah lahan yang masyarakat bukan lahan perusahaan dan dari permasalahan sekarang mereka kalau ada radius 5 Km dari perusahaan, mereka akan turun langsung ke lapangan.Contohnya di Kec. Sungai Sembilan Kel. Lubuk Gaung PT. UD sama PT.SGP walaupun bukan lahan mereka, mereka turun langsung ke lapangan dan PT. Sinar Mas sudah 2 bulan full mereka membantu water bombing kami menurunkan dua regu lapangan kami sangat terkesan, kalau ada adek sekalian ikut bergabung bersama kami saya sangat mohon doa restu jika diantara saudara ada yang merasa menemukan sesuatu janggal silahkan lapor ke kami dan kami akan lapor ke Polres”.
Pada pukul 15.55 Sdr. Safrianto (Pimpinan sementara DPRD Kota Dumai) yang didampingi oleh Sdr. Asrizal (Anggota DPRD Kota Dumai) menemui para pengunjuk rasa dan menanggapi tuntutan Mahasiswa dan menyampaikan bahwa “Kami sebagai Wakil rakyat akan menyampaikan/menyalurkan aspirasi adek-adek Mahasiswa ke tingkat yang lebih atas yaitu Gubernur dan Presiden”.Dan dalam kesempatan tersebut Sdr.Hasrizal (Anggota DPRD Kota Dumai) juga menyampaikan bahwa “Dalam waktu 2 (dua) hari ini, fakta integritas atau tuntutan akan kami salurkan ke tingkat atas yaitu Gubernur, dan kalau bisa juga ke Presiden RI Bpk.Joko Widodo”.
Selesai tanggapan dilanjutkan dengan penanda tanganan Fakta integritas / Tuntutan oleh Drs. Zulkifli As (Walikota Dumai), Sdr. Safrianto (Pimpinan sementara DPRD Kota Dumai) dan Anggota DPRD serta Aliansi Mahasiswa. Pada pukul 16.30 Aksi Unjuk rasa GEMMA (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Melawan Asap) selesai dalam keadaan aman dan tertib.

0 Komentar